sedikit cerita di balik dinding RSJ. dari luar nampak mengerikan. bahkan masyarakat pun untuk masuk ke gerbang RSJ merasa bergidik, ngeri. tetapi dibalik dinding bahkan ruangan berterali di RSJ, banyak cerita. setiap pasien memiliki cerita sendiri-sendiri, yang unik, lucu, seru, layaknya manusia lainnya. tetapi cerita sedih dan pilu mereka justru di mulai setelah mereka terkena gangguan jiwa.
gangguan jiwa bisa menyerang siapa saja, bisa menyerang umur berapa saja. seperti sakit fisik lainnya, tidak ada yang mau menderita gangguan jiwa, sama seperti penyakit lainnya, tidak ada manusia yang mau sakit. sebenarnya mereka masih bisa hidup bersama dengan anggota keluarga dan anggota masyarakat lainnya. mereka butuh dukungan orang-orang disekitarnya.
banyak pasien gangguan jiwa yang "ditinggalkan" keluarganya di RSJ. "Saya ingin pulang". kata mereka. "Saya sudah lama nggak di tengok bu" kata mereka pula. miris sekali. padahal mereka sudah cukup mampu bersosialisasi kebali dengan lingkungannya. bahkan ada yang sudah bertahun-tahun tinggal di RSJ. belum banyak yang mengerti, bahwa dengan perhatian dan penanganan yang tepat pasien gangguan jiwa masih dapat hidup bersama masyarakat lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar